Setelah Kyuhyun tahu bahwa eun hye yang sekarang adalah Ji Hye,
mereka jadi sering bertemu dan mengobrol bersama. Apa yang harus
dilakukan ji hye kyu membantunya dibelakang sungmin. Terkadang ji hye
menangis saat mencurahkan semuanya pada kyu dan kyu hanya bisa membantu
meringankan bebannya itu.
Ji hye
juga turut membawa Min ah saat bertemu dengan Kyuhyun dan makan siang
bersama direstaurant. Ya, sehabis menjemput min ah disekolahnya mereka
lalu makan siang bersama kyuhyun.
Usia
kehamilan ji hye sudah genap 4 bulan. Ia selalu berusaha menutupi
kehamilannya itu pada sungmin dengan memakai pakaian yang longgar.
Walaupun ini manyakitkan tapi ia tak mau sungmin tahu sebelum waktunya.
Namun berbeda dengan seo ahjumma saat ji hye tengah sibuk membantu pelayan lain didapur, seo ahjuma mendekati (ji hye).
“Nyonya apa nyonya tengah mengandung sekarang?”
Curiga seo ahjumma.
“apa? Ah tidak ahjumma hanya perasaanmu saja.”
Elak (ji hye).
“perutmu itu sudah besar bagaimana bisa orang tidak tahu akan kehamilanmu itu nyonya..”
Seo ahjumma tertawa kecil.
“hm.. seo ahjumma tolong jangan beritahukan ini pada tuan ya..”
Pinta (ji hye).
“memangnya kenapa/ bukankah ini berita bahagia?”
Heran seo ahjumma.
“hanya saja itu butuh waktu.. dan aku ingin membuat kejutan sampai ia tahu sendiri nantinya.”
“ baiklah.. nyonya sebaiknya kau jangan melakukan apa-apa istirahatlah”
“tidak apa-apa seo ahjumma , aku senang bisa melakukan ini.”
Ji hye tersenyum dan kembali membantu para pelayan disana.
Musim
dingin telah tiba.. salju turun untuk yang pertama kalinya di tahun
ini. Saat Ji Hye tengah membersihkan badannya dikamar mandi, sungmin
yang sudah pulang dari kantornya dan tengah bersantai pada min ah kecil
di ruang tv yang sangat besar dan nyaman itu. Tepat disamping perapian
yang membuat mereka tetap hangat malam ini.
“Min ah apa saja yang kau lakukan hari ini bersama omma?”
Tanya sungmin yang ingin tahu keseharian putri kesayangannya itu.
“hm.. tadi sepulang sekolah aku dan omma makan siang bersama dengan paman kyu.”
Senang min ah.
“paman kyu?”
Heran sungmin.
“benar.. setiap hari aku , omma dan paman kyu makan siang bersama..”
“Lalu apa lagi yang kalian lakukan disana?”
Sungmin mulai penasaran.
“tidak
ada.. omma dan paman kyu hanya berbicara saja. Omma bilang pembicaraan
orang dewasa. Tapi omma selalu menangis saat berbicara dengan paman.”
Jelas min ah sambil mengingat-ingat peristiwa itu.
Mendengarnya sungmin mulai curiga dengan istrinya itu.ia juga penasaran apa saja yang dibicarakan kyu dengan istrinya.
***
Esok harinya seperti biasa sungmin sedang sibuk dikantornya hingga jam menunjukkan pukul 12 siang
waktu korea selatan. Kebetulan sekali ada clientnya yang ingin bertemu
sekaligus makan siang dan saat itu juga sungmin meminta agar mereka
berbicara diretaurant gumyeong. Restaurant yang biasanya ia dan keluarga berkumpul untuk makan siang diluar.
Sepertinya
hari ini adalah hari yang sangat tepat. Mengapa sungmin meminta untuk
bertemu dengan clientnya di sana karena disana ada kyu dan juga
istrinya. Mengingat apa yang dikatakan Min ah . sungmin tak melihat min
ah disana hanya ada istrinya dan juga kyuhyun. Sungmin duduk di kursi
yang jauh dari mereka sehingga mereka tidak tahu akan kedatangan sungmin
disana.
Sampai klientnya tiba. sungmin dan klientnya
itu mengobrol namun sorotan mata sungmin tertuju pada mereka berdua kyu
dan juga (ji hye) yang ada dihadapannya itu.
Ia melihat (ji hye) menangis didepan kyu. Dan kyu hanya berusaha menenangkannya .
Tak
lama sungmin berbicara dengan klientnya itu tiba-tiba ia memutuskan
untuk pergi. Tanpa diketahui kyu dan ji hye, sungmin keluar restaurant
dan ia pergi dengan mobilnya.
Apakah yang dilakukan sungmin?
Ternyata sungmin pulang kerumah. Ia tak hiraukan pelayannya yang menyapa. Kali ini perhatiannya tertuju pada lemari penyimpanan. Dikamarnya
ia seperti mencari sesuatu. Ia mengobrak abrik isi lemari milik
istrinya itu. Dan ia menemukan sebuah buku yang diselipkan rapi diantara
pakaian. Ia mengambil dan membuka buku itu. Membaca setiap isi dari
buku Diary…
Januari 1992_
Diary,
hari ini adalah tepat ditanggal 1 kau tahu hari apa itu, itu adalah
hari ulang tahun sungmin oppa. Apa yang harus aku berikan padanya?
Setiap aku mendekatinya aku sangat gugup diary, aku takut dia tak
menyukai pemberian dariku.
Februari 1992_
Diary,
hari ini adalah hari valentine. Kupikir satu-satu yang kuharapkan
adalah bisa mendapatkan coklat dari sungmin oppa.. tapi sepertinya itu
sia-sia saja, diary aku sedih dan kecewa karena sungmin oppa sepertinya
hanya menyukai eun hye..
September 1992_
Diary,
semakin lama mereka semakin dekat saja.. aku tak punya harapan
sepertinya, tapi aku harus semangat pasti ada harapan jika aku terus
menunggu sungmin oppa.
Desember 1992_
Natal
tiba tapi dia telah pergi.. sungmin oppa pergi jauh sekali . diary
entah harus menunggu berapa lama lagi saat aku bilang aku menyukainya..
Januari 1993_
Diary,,
saat ini eun hye memintaku untuk menjadi dia . membalas beberapa email
dari sungmin oppa diluar negri. Aku merasa sangat dekat saat ini ketika
aku bersamanya . kami saling berbagi cerita dan juga kesukaan. Aku
sangat senang sekali menjadi eun hye saat ini. .
Maret 2007_
Diary
sungmin oppa akhirnya kembali. Aku sangat senang melihat wajahnya yang
semakin tampan dan dewasa. Ia banyak berubah. Namun kupikir dia
mngenalku saat ini . ternyata dia lebih mengenal eun hye. Entah
bagaimana rasanya hati ini saat melihat mereka bermesraan didepanku..
aku sedih, sangat sedih.
Bagaimana caranya agar
sungmin oppa tahu perasaanku padanya sampai aku menunggunya begitu lama
sekali. Kau tahu terlebih sakit hati ini saat melihat eun hye
mengabaikan sungmin oppa yang kurasa snagat mencintainya eun hye memang
wanita yang beruntung.
April 2007
Hari
ini entah mengapa hatiku sangat sakit. Bahkan sakitnya hati ini sangat
dalam sehingga aku tak bisa kembali menyembuhkan hati ini. Apa yang aku
pikirkan.. seakan aku tidak rela melepaskan sungmin oppa untuk adikku
sendiri..
Aku ingat dimana masa-masaku saling
bertukar pesan email dengan sungmin oppa. Kami bercerita tertawa dan
saling berbagi kesibukan bersama. Walaupun aku tahu aku berperan sebagai
Eun Hye . aku benar-benar kurang ajar.. sebagai kakak aku ini adalah
kakak yang paling jahat. Andai eun hye tahu bahwa aku sangat mencintai
sungmin apakah dia akan melepaskan sungmin oppa padaku..
Diary… kumohon apakah ini hanya derita atau dilema.. aku butuh jawaban hati ini bagaimana aku seharusnya menyikapi semua ini..
Banyak
lembaran buku yang masih kosong dan saat ia kembali mencari lembar demi
lembar pada halaman terakhir ia menemukan sebuah isi diary yang
membuatnya tak percaya..
April 2012
Sebuah
peristiwa yang sangat mencengangkanku. Ini diluar dugaanku dan aku
sungguh tidak percaya akan ini.. sebuah kematian yang telah merenggut
nyawa adikku eun hye. Betapa teriris hatiku saat aku kehilangan dia dan
lebihnya lagi ia tahu bahwa aku mencintai sungmin oppa.. dia memintaku
untuk menjadi dirinya saat ini..
Apakah yang harus
kulakukan ? diriku sangat terjepit saat ini . aku tak bisa terus hidup
seperti ini diary.. apakah sandiwara ini bisa terus aku lakukan sampai
aku tua..
Aku sangat
mencintainya mencintai sungmin oppa lebih dari apapun.. dan ini
kulakukan karena aku mencintainya dan juga menyayangi eun hye… selamat
tinggal eun hye , aku hanya bisa bilang bahwa aku tak sanggup lagi
menjadi dirimu..
Itulah isi terakhir diary nya. Sungmin menutup diary itu dan terdiam.
“Eun hye adalah ji hye.. bagaimana mereka bisa begitu mempermainkan aku.. apakah maksud dari semua ini.”
Kata sungmin tak percaya.
Ia
kecewa pada eun hye karena eun hye tidak mencintainya. Dan ia juga
kecewa pada ji hye karena ji hye telah membohonginya selama ini. Dan ia
kecewa pada tuhan.. tuhan yang telah mengambil eun hye pergi darinya..
Ia menangis dikamarnya. Ia merasa kehilangan dan frustasi. Kekecewaan mendalam yang tiak bisa dideskripsikan dengan kata-kata…
***
Hari
ini (Ji Hye ) pulang terlambat karena sehabis ia bertemu dengan kyu ia
juga memeriksakan kehamilannya itu. Kehamilan yang sudah 4 bulan, dan
malam ini salju masih turun dengan lebatnya. Setelah ia menengok min ah
kecil yang sedang bermain dikamarnya bersama seo ahjumma, ia pun beralih
kekamarnya setelah ia tahu sungmin telah tiba dirumah jauh sebelum ia
pulang.
Ia buka pintu kamar dilihatnya kamar begitu hening dan gelap. Seperti biasa ia menyalakan lampu dan terlihat sungmin yang tengah duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur ia meneguk wine dan terlihat kurang sehat malam ini.
“sungmin oppa kau baik-baik saja ?”
Khawatir (ji hye).
Sungmin menoleh ke arah (ji hye) ia menghampiri ji hye dan tanpa berkata apa-apa ia memeluk (ji hye).
“kenapa pulang selarut ini? Kau tahu aku sangat merindukanmu..”
Gumam sungmin hendak mencium (ji hye)
“sungmin oppa tolong jangan seperti ini..”
Tolak (ji hye) ia berusaha melepaskan dirinya dari pelukan sungmin.
“mengapa? Kau menolakku.. aku sangat merindukanmu.”
Sungmin mempererat pelukannya itu. Diciumnya pundak (ji hye).
“sungmin oppa, aku sangat lelah hari ini..”
Elak (ji hye)
“apa
yang kau bilang lelah.. bukannya kita dulu sering melakukan ini bahkan
saat kau bilang kau lelah dan kau tak perduli dengan semua itu.”
“oppa.. kumohon jangan sekarang aku benar-benar lelah..”
Ji hye bersih keras melepaskannya dari pelukan sungmin. Sampai akhirnya sungmin melepaskannya.
Sungmin tahu benar bagaimana sikap istrinya.
Dan sikap (ji hye) padanya kali ini, membuatnya benar-benar yakin bahwa
didepannya itu bukanlah eun hye. Namun sungmin makin menjadi-jadi ia
malah mendorong (ji hye) ke tempat tidur hingga ji hye terbaring disana.
Tubuhnya menindih (ji hye) dan melakukan aksinya. Ia ingin tahu
semeronta apa ji hye saat ia diperlakukannya seperti itu. Dan benar saja
saat sungmin mulai menciumi lehernya ji hye malah menangis dan meminta
untuk dilepaskan.
“oppa.. kumohon lepaskan aku..”
Tangis ji hye.
Tak tega melihatnya menangis begitu, sungmin pun melepaskannya.Ia duduk disisi tempat tidur.
“kau adalah istriku.. dan istriku tidak pernah menolak bahkan jika aku menyentuhnya sekalipun..”
Kata sungmin pelan.
“oppa.. harap kau mengerti aku..”
Lirih (ji hye)
Sungmin menatap ji hye lekat kini tatapannya itu berubah menjadi tatapan kekecewaan.
“pergilah..”
Usir sungmin.
“oppa.. apa yang kau katakan?”
Kaget ji hye saat sungmin mengusirnya dengan satu kata.
“kubilang pergilah sebelum aku berubah pikiran.. ji hye.”
“oppa.. aku ini eun hye, bagaimana bisa kau bilang begitu padaku..”
Ji hye mulai menangis. Kini rahasianya terbongkar dan ia sangat takut.
“kau tidak bisa menyembunyikanya lagi ji hye.. aku tahu kau ini ji hye!!”
Teriak sungmin. Sungmin telah mengetahui semuanya. Kini ji hye berdiri dihadapannya dan berlutut dikakinya.
“tidak oppa.. tolong percaya padaku..”
Ji hye masih tak mengakuinya.
Sungmin mencengkram pundak ji hye kencang dan membangunkan ji hye dari kakinya.
“bagaimana kau bisa melakukan ini ji hye!!”
Teriak sungmin kini air matanya telah jatuh .
“tidak oppa.. tidak..”
Elak ji hye.
“kau
membunuh eun hye.. dan mengambil kesempatan ini untuk bisa bersamaku ..
kalian telah mempermainkan aku!!! Pergilah sebelum aku memasukanmu
kepenjara!!!”
Marah sungmin ia menghempaskan tubuh ji
hye ke meja rias dan ji hye terhempas dengan keadaan perutnya yang
berbenturan keras dengan sisi meja membuatnya kesakitan .
“Akhhh..”
Ji
hye memegang erat perutnya. Kini sungmin masih tidak tahu akan
kehamilannya itu. Benturan itu membahayakan ji hye. Namun ji hye tetap
menahan rasa sakit yang teramat sangat . ia membalikkan badannya dan
kembali memohon pada sungmin.
“oppa.. itu semua tidak benar, aku tidak membunuhnya.. tolong dengarkan penjelasanku dulu,,”
Mohon ji hye. Bahkan sungmin tak lagi menatapnya.
“pergilah malam ini juga dan jangan tunjukkan wajahmu lagi didepanku..”
Sungmin lalu keluar kamar dan membanting pintu.
Ji hye terus menangis dan menahan rasa sakitnya itu. Apa ia harus pergi? Bagaimana nasib bayi yang ada dikandungannya itu?
“tuhan mengapa jadi seperti ini.. kumohon berikanlah jalan untukku..”
Tangis ji hye..
***
Sepuluh
menit kemudian (ji hye) keluar kamarnya dengan pakaiannya 1 pakaian
miliknya sendiri. Ji hye memang tak berhak membawa barang apapun. Karena
ia tak punya apa-apa. Ia turun kelantai bawah didapati sungmin yang
duduk diam di ruang tamu tanpa melihat ji hye sedikitpun.
Ji hye menghampiri sungmin dan duduk dibawah.
“sungmin oppa.. maafkan aku, aku
akan pergi.. tapi ada baiknya jika kau mau mendengarkan penjelasanku..
aku seperti ini karena eun hye. Dan keadaan yang terjepit ini tak bisa
membuatku menolaknya. Oppa maafkanlah aku..”
Ji hye berusaha menjelaskan pada sungmin. Tak ada respon sungmin hanya diam tak melihatnya. Saat itu juga keluarlah min ah dan juga seo ahjumma.
“Omma.. mau kemana?”
Tanya min ah heran melihat ji hye dalam keadaan menangis.
“min ah sayang.. maafkan omma . omma harus pergi..”
Pamit ji hye memeluk min ah. Seketika ia menangis saat melihat ji hye menangis.
“omma kalau begitu aku ikut.. “
Pinta min ah. Ia masih memeluk ji hye dan tak mau melepaskannya. Sungmin yang melihatnya menarik min ah dan menggendongnya.
“cepatlah pergi !!!”
Usir sungmin . hendak membawa min ah kekamarnya untuk menjauhi ji hye.
“omma!!! Tidak appa aku mau ikut omma saja!!”
Rengek min ah. Ia terus meronta-ronta tak kuasa menahan kepergiannya.
“min ah.. maafkan omma.”
Ji hye tampak berat meninggalkan nya.
Seo ahjumma yeng melihatnya menghampiri ji hye.
“nyonya apa yang terjadi?”
Tanya seo ahjumma.
“seo ahjumma.. usir segera dia dari sini. Dan jangan antar dia! dia bisa pergi sendiri!”
Perintah sungmin tegas, sebelum ia meninggalkan ruangan itu bersama min ah.
“seo ahjumma.. maafkan aku jika selama ini aku bersalah padamu.”
Kata ji hye.
“tapi
nyonya ini sudah malam salju turun dengan lebat dan sangat dingin
diluar sana.. kasihan bayi yang ada dikandungan nyonya..”
“aku
pantas mendapatkan ini ahjumma.. kumohon untuk yang kesekian kali
jangan kau beritahukan kehamilaku ini padanya.. aku pergi..”
“nyonya…”
Seo ahjumma juga menangis disana. Ia lihat ji hye hanya mengenakan jacket tipis dan keluar dengan jalan yang tertatih tatih.
Sedangkan perintah tuannya tak bolah ia langgar. Dengan segera ia menelpon seseorang
“halo”
Jawab seseorang dibalik telepon.
“tuan kyuhyun.. aku ingin memberitahukan sesuatu pada tuan.”
Kata seo ahjumma pelan. Ia juga tak ingin sungmin tahu karena sungmin pasti akan memecatnya jika ia membantu ji hye.
“ada apa?”
Heran orang yang ternyata adalah kyuhyun.
“tuan,
ada pertengkaran hebat tadi dan tuan sungmin mengusir nyonya. Aku tidak
tahu apa yang terjadi dan mengapa mereka bertengkar yang jelas sekarang
nyonya telah pergi sendirian aku khawatir nyonya kenapa-kenapa karena
cuaca buruk sekali saat ini tuan.”
Jelas seo ahjumma. Kyuhyun sangat khawatir mendengarnya.
“baiklah aku segera mencarinya terimakasih ahjumma.”
Kyuhyun menutup teleponnya.
***
Ji
Hye terus berjalan sambil menahan rasa dingin yang menusuk tulang dan
juga rasa sakit yang teramat sakit pada perutnya. Salju terus turun
menghujani tubuhnya. Tak jauh berjalan ia tiba di halte bus. Bahkan
malam ini bus tidak beroperasi karena lebatnya salju yang menutupi
jalan. Ji hye berteduh dihalte itu dan duduk disana. Merekatkan tubuhnya
yang menggigil kedinginan, meminta pertolongan karena ia merasa tidak
bisa bertahan lagi dengan keadaan seperti ini. Dilihatnya darah yang
mengalir dikakinya benturan keras diperutnya membuatnya mengalami pendarahan.
“maafkan omma.. sebentar lagi sayang, omma mohon kau harus bertahan..”
Tangis ji hye. Ia terus menangis bahkan hingga air matanya beku..
Sebuah
mobil berhenti tepat dihalte itu. Dan seseorang keluar dari sana,dialah
kyuhyun yang berhasil menemukan wanita yang dianggapnya ji hye sekian
lama mencarinya kemana-mana. dengan segera ia berlari kearah ji hye
berharap ji hye baik-baik saja.
“Ji Hye apa itu kau?”
Tanya kyuhyun memastikan karena wajah ji hye yang terungkup diantara kedua kakinya.
Perlahan ji hye memperlihatkan wajahnya kesumber suara. Dirasakan matanya remang-remang meihat sesosok pria yang ia kenal.
“Kyuhyun..”
Kata ji hye palan. Kyuhyun mendekati ji hye.
“Ji Hye.. apa kau baik-baik saja.”
Khawatir kyuhyun. Tanpa menjawab ji hye pun tak sadarkan diri.
“Ji Hye… Ji HYE..”
Teriak
kyuhyun iapun membawa ji hye kemobilnya menyelimutinya dengan beberapa
selimut dan juga bantal yang ada dimobilnya berusaha membuat ji hye
tetap hangat lalu melajukan mobilnya kerumah sakit.
“Ji Hye bertahanlah..”
Kata kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
***
Bagaimanakah nasib ji hye selanjutnya? Apakah ji hye dan juga bayi dikandungannya dapat tertolong ?
Tunggu dipart selanjutnya ya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar